Showing posts with label Kekuatan. Show all posts
Showing posts with label Kekuatan. Show all posts

Tuesday, May 3, 2011

madah kata

kita lahir dengan dua mata di depan wajah kita, kita tidak selalu boleh melihat ke belakang. tapi pandanglah semua itu kehadapan,ke masa depan kita.
kita lahir dengan dua telinga di kanan dan di kiri,moga kita dapat mendengar dengan kedua-dua untuk mengumpul sebanyak mana pujian,nasihat,kritikan dan memilih mana yang benar dan yang salah.


kita lahir 2 mata dan 2 telinga tp kita hanya diberi 1 mulut,kerana mulut adalah senjata yang sngat tajam,mulut bisa membunuh,menyakiti,menggoda.tp ingatlah byklah mendengar dan melihat kebaikan.
kita juga lahir 1 hati yang jauh dalam diri kita,mengingatkan kita ttg penghargaan serta pemberian cinta yang diharapkan. Belajar untuk mencintai dan menikmati betapa kita dicintai tp jgn pernah mengharap untuk org lain mencintai kita seperti kita mencintainya..

Berilah cinta tanpa balasan dan kita akan menjumpai cinta yang lebih indah daripada itu...

Sunday, May 1, 2011

...Kerdipan Yang Hilang...

Kadangkala,
Kita terpaku mencari jawapan kehidupan,
Berlari dan terus berlari,
Mengharapkan penghujung yang sejati,
Tercungap-cungap mencari nafas ketenangan hakiki,
Lantas kita berhenti sebentar,
Refleksi diri yang kian gentar,
Bertanya semula kepada kalbu yg keletihan,
Apa yang engkau lari-larikan?
Apabila hakikatnya,
Kebahagiaanmu tersuluh di depan mata,
Kemuliaanmu terpancar hatta di celah-celah kota,
Walau dunia penuh pancaroba,
Dirimu sentiasa menanti masa,
Mencari, dan terus mencari.


Bersabarlah

bersabarlah
sepahit mana getir kehidupan kau rasa
sesakit mana luka yang kau derita
sesusah mana jalan yang kau lalui
ingatlah
seperti karang dilautan yang tak pernah goyah dengan ombak
bersabarlah
hapuslah air matamu
usir sepimu
jaga bintangmu jangan biar ianya kelam

bersabarlah....setiap sesuatu ada hikmah sebaliknya...

Friday, February 11, 2011

Sombongkah aku


Sombongkah aku kiranya tidak mahu membalas pesanan ringkasmu?
Sombongkah aku jika membiar sepi YM darimu?
Sombongkah aku jika aku hanya membiarkan panggilan darimu berlagu tidak berjawab?
Ya,aku memang sombong.
Namun aku sombong bertempat!
Bukan pada semua.
Tapi hanya padamu,lelaki ajnabi yang tidak halal buatku.
Pantaskah aku membalas SMS mu kiranya luahan rindu yang kau ucapkan?
Perlukah aku membalas YM mu jika omongan cinta yang kau ingin bicarakan?
Haruskah aku berbual denganmu jika tiada perkara penting yang mahu dibincangkan?
Kau bukan suamiku,perlukah kita melakukan semua itu?
Tepuk dada,tanyalah imanmu sendiri wahai teman.
Maaf aku tidak sanggup melakukan semua itu jika murka Allah yang ku dapat
Jika kerana sikapku ini kau memanggilku sombong, nah silakan.
Aku tidak peduli.
Jika kerana ini kau memandangku seorang yang kolot
Aku masih juga tidak peduli
Apalah sangat pandanganmu jika dibandingkan dengan pandangan murka Tuhanku
Kiranya aku mengikut kemahuanmu
Aku lebih takutkan Tuhan yang menjadikan kau dan aku.
Sebelum tiba masanya, biarlah kulabuhkan dulu cintaku pada-Nya
sebelum kulabuhkan cintaku kepada yang berhak keatasku kelak
Hanya untuk suamiku,cinta halal bagiku.

Thursday, February 3, 2011

Cinta Dilangit Kasih Dibumi

Di balik senyuman ku.. ada tangis pilu tersedu di dalam ruang jiwaku.. Ada denyut nadi kekosongan yang mengiris perih hatiku.. melunturkan keyakinan ku tentang dimanakah cinta itu.. Di tiap malam duduk ku di sudut ruang itu hanya untuk meletakan penat beban jiwa yang ingin ku lepaskan dari sangkar madu senyum bahagia palsu ini..

Di balik genggaman tanganku.. Ada satu mutiara yang terbungkus duri di hati.. sungguh perih ini tak tertahan lagi.. kerinduan ini menyakitkan ku.. menusuk hatiku.. menghancurkan keangkuhan ku.. membuatku bersimpuh di atas altar jiwa yang sendiri.. Andai kau tau.. tiada bahagia ku rasa bila tak ada dirimu yang mengisi rongga kosong dan menutup lubang di hati...

Dan di dalam kesunyian.. aku rindukan kehadiran mu.. yang memeluk, mencium dan membelai ku syahdu.. Tuhan sampai kapan ku dapatkan kedamaian hati ini.. yang mewarnai hidup ku.. agar ku bersemi lagi.. agar ku tak layu.. agar ku tak mati.. berikanlah cahaya mu yang menyinari.. menghangati ruh dalam jasadku ini.. sungguh ku rindukan pelukan mu.. agar ku damai disisimu lagi.. seperti dulu..



" kerinduan lahir karena cinta, tetapi dari rahim perpisahan.. Bila cinta adalah ayah penebar benih, perpisahan adalah ibu yang mengandungnya.. Kerinduan adalah anak yang mengukuhkan cinta.. Kerinduan tidak pernah lahir karena cinta saja, atau karena perpisahan saja.. Ada cinta, ada perpisahan, maka lahirlah rasa rindu...

Adanya cinta dan perpisahan mesti dipenuhi bila diri ingin menyaksikan kelahiran rasa rindu, bila diri ingin mengukuhkan cinta..

Ini tidak selalu mudah untuk dipenuhi karena ADA nya cinta dan ADA nya perpisahan menjadi sebab bagi pertemuan baru, pertemuan gaib... Bila tidak berhati hati, pertemuan gaib ini bisa berlangsung untuk selamanya tanpa melahirkan rasa rindu.. Kemudian, diri terperangkap dalam lapisan pikiran yang sangat halus, di mana diri dapat bercumbuan dengan sosok kekasih ciptaan pikiran sendiri.. Maka Kerinduan seperti shock therapy untuk mengobati ketidaksadaran manusia.. "



Kerinduan kita terhadap Tuhan membuktikan bahwa kita pernah tinggal di dalamNya.. Berpisah dari Dia, kita menderita sepanjang perjalanan hidup.. Kita harus jujur benarkah kita merindukan Tuhan..? Ada yang baru percaya.. Dan dia percaya pula bahwa kerinduan terhadap Tuhan akan mempertemukan dia dengan Tuhan.. Lalu dia berpura pura merindukan Tuhan..

Merindukan Tuhan berarti kita tidak mengharapkan apa pun dari Dia.. Merindukan Tuhan berarti kita hanya mendambakan Dia.. Doa kita bukan untuk meminta ini dan meminta itu, tetapi untuk bersatu dengan Dia.. Keinginan untuk tampil sebagai pemenang, obsesi untuk mengalahkan orang lain, semua itu membuktikan bahwa kita masih memiliki banyak waktu.. Waktu kita belum sepenuhnya tersita untuk merindukan Dia.. Kita belum merindukan Tuhan..


Bila Kehidupan Berbicara

Disaat kita terasing dalam dunia kita sendiri, disaat tidak ada siapa yang menemani kita melainkan kesunyian, keresahan dan kekecewaan. Disaat kita memandang kedepan segala-galanya kabur dan penuh tanda tanya, disaat kita menoleh kebelakang yang terlihat hanyalah dosa dan ketelanjuran.

Disaat jiwa kita benar-benar lemah dan merasakan kebahagiaan bukan lagi milik kita, bahkan kita merasai kehidupan itu sendiri hampir-hampir tidak ada lagi. Ketika inilah, ketika lilin harapan kita hampir padam dan dunia terasa kelam, kehidupan sebenarnya sedang berbicara kepada kita.

Kehidupan sedang berbicara kepada kita tentang kehambaan; tentang kekerdilan kita dan keMaha Berkuasaan Sang Pencipta agar kita sedar diri dan merasakan perlunya untuk kita tunduk dan patuh kepadaNya. Untuk kita bermunajat dan meletakkan pengharapan padaNya

Kehidupan sedang berbicara tentang keinsanan dan kelalaian; betapa mudah untuk kita terlanjur dengan dosa dan betapa perlu untuk kita insaf dan bertaubat.

Kehidupan sedang berbicara kepada kita tentang sabar dan pasrah, agar jiwa kita semakin terbina dan semakin kuat hingga kita akan lebih sanggup melaksanakan tanggungjawab yang lebih besar dan banyak.

Kehidupan sedang berbicara kepada kita bahawa gagal dan berjaya, kecewa dan bahagia, jatuh dan bangun itu adalah warna-warna dirinya agar kita sedar dimana kita sedang berdiri dan kemana akan kita aturkan langkah kaki kita.

Malu Wanita

Pertama : Pohon semalu akan kuncup apabila disentuh.

Ini boleh diibaratkan bahawa wanita perlu mempunyai
perasaan malu (pada tempatnya).

Kedua : Semalu mempunyai duri yang tajam untuk mempertahankan dirinya.

Oleh itu, wanita perlu tahu mempertahankan diri dan maruah sebagai seorang
wanita muslim.

Ketiga : Semalu juga mempunyai akar tunjang yang sangat kuat dan mencengkam bumi.

Ini bermakna wanita solehah hendaklah mempunyai ikatan yang sangat
kuat dengan Allah Rabbul Alamin.

Keempat : Semalu akan kuncup dengan sendirinya apabila senja menjelang.

Oleh itu, para wanita sekalian, kembalilah
ke rumahmu apabila waktu semakin senja. Ambillah
pengajaran dari semalu walau pun ia hanya sepohon
tumbuhan yang kecil.

Malu itu sebahagian daripada iman....



hidup..perlu ati yg besar...

by RENUNGAN N KISAH INSPIRATIF on Friday, January 28, 2011 at 11:57pm
Terbersit...
Kita hidup... seperti dalam sebuah perjalanan. Yang sangat panjang. Perlu bekal yang sungguh tak main-main dalam perjalanan yang satu ini. Minuman berupa ilmu... Makanan berupa amal... Dan sandang... berupa hati...

Minuman bernama ilmu... bukan hal sepele... seperti halnya minuman pada umumnya... ia menghilangkan dahaga. Mengganti cairan yang dikeluarkan oleh tubuh melalui rutinitas. Rutinitas, yang bagi sebagian orang, mungkin akan menjemukan... melelahkan... dan seperti sebuah roda, yang tak kan berhenti berputar. Ia harus cukup. sehingga saat dahaga itu datang, kita bisa memanfaatkannya... Perjalanan bernama hidup... di mana kan banyak hal yang mungkin tidak kita kenali dengan baik. Akan ada sekian banyak kejutan, yang tidak pernah kita sangka. Dengan minuman bernama ilmu inilah, setidaknya kita punya sedikit persediaan pengetahuan. Akan seperti apakah perjalanan ini ke depan.

Perjalanan panjang ini... akan menuju sebuah ujung... yang selalu kita inginkan. Dan semua manusia impikan. Yaitu, kebahagiaan... Jika manusia yang hidup... pada waktu-waktu makannya.. selalu sampai pada hal yang disebut kenyang... Maka kenyang itulah... kebahagiaan dalam perjalanan ini... Dan hal yang akan mengenyangkan kita dalam perjalanan ini, adalah amalan... Amal ini akan di olah oleh gigi-gigi pikir kita... dipilah oleh hati kita... dan dikerjakan oleh anggota tubuh kita... Inilah yang menjadikan manusia menemukan kenyang... Yaitu... kebahagiaan...

Dan hati... adalah bekal paling urgen dalam perjalanan ini... kita akan bertemu banyak kendaraan yang menyemburkan genangan air ke pakaian kita. Kita akan melihat banyak sampah di jalanan. Kita akan bertemu banyak hal... baik dan buruk, yang perlu menjadi perhatian bagi kita. Pula dalam perjalanan ini, akan bertemu orang-orang yang tak sebaik harap kita. Tak seindah mau kita. Tak sebagus ingin kita. Dan juga akan banyak batu, yang menjadi sandungan. Lubang yang menganga-kan cobaan. Inilah saatnya, kita buka hati kita. Bekal yang satu ini, mestinya sangat besar. Sehingga cukup menjadi wadah bagi masalah. Hati yang besar... akan menjadikan kita tangguh dalam perjalanan ini.

Inginnya kita... semua berjalan baik-baik saja. Namun, mengaku beriman tanpa melalui ujian... adalah kebohongan besar...

Semoga, kitalah pemilik hati besar dalam perjalanan ini... Sehingga meski sekotor apapun pakaian kita oleh percikan air dari kendaraan yang lewat. Tak kan membutakan pikir kita dengan caci membabi buta. Sesering apapun kita tersandung pada batu-batu yang berserakan. Kita masih bisa tersenyum, tanpa kecewa tiada tara. Amiiin...

Mari sahabat... kita menjalani hidup ini... dengan berbesar hati...