Di balik senyuman ku.. ada tangis pilu tersedu di dalam ruang jiwaku.. Ada denyut nadi kekosongan yang mengiris perih hatiku.. melunturkan keyakinan ku tentang dimanakah cinta itu.. Di tiap malam duduk ku di sudut ruang itu hanya untuk meletakan penat beban jiwa yang ingin ku lepaskan dari sangkar madu senyum bahagia palsu ini..
Di balik genggaman tanganku.. Ada satu mutiara yang terbungkus duri di hati.. sungguh perih ini tak tertahan lagi.. kerinduan ini menyakitkan ku.. menusuk hatiku.. menghancurkan keangkuhan ku.. membuatku bersimpuh di atas altar jiwa yang sendiri.. Andai kau tau.. tiada bahagia ku rasa bila tak ada dirimu yang mengisi rongga kosong dan menutup lubang di hati...
Dan di dalam kesunyian.. aku rindukan kehadiran mu.. yang memeluk, mencium dan membelai ku syahdu.. Tuhan sampai kapan ku dapatkan kedamaian hati ini.. yang mewarnai hidup ku.. agar ku bersemi lagi.. agar ku tak layu.. agar ku tak mati.. berikanlah cahaya mu yang menyinari.. menghangati ruh dalam jasadku ini.. sungguh ku rindukan pelukan mu.. agar ku damai disisimu lagi.. seperti dulu..
" kerinduan lahir karena cinta, tetapi dari rahim perpisahan.. Bila cinta adalah ayah penebar benih, perpisahan adalah ibu yang mengandungnya.. Kerinduan adalah anak yang mengukuhkan cinta.. Kerinduan tidak pernah lahir karena cinta saja, atau karena perpisahan saja.. Ada cinta, ada perpisahan, maka lahirlah rasa rindu...
Adanya cinta dan perpisahan mesti dipenuhi bila diri ingin menyaksikan kelahiran rasa rindu, bila diri ingin mengukuhkan cinta..
Ini tidak selalu mudah untuk dipenuhi karena ADA nya cinta dan ADA nya perpisahan menjadi sebab bagi pertemuan baru, pertemuan gaib... Bila tidak berhati hati, pertemuan gaib ini bisa berlangsung untuk selamanya tanpa melahirkan rasa rindu.. Kemudian, diri terperangkap dalam lapisan pikiran yang sangat halus, di mana diri dapat bercumbuan dengan sosok kekasih ciptaan pikiran sendiri.. Maka Kerinduan seperti shock therapy untuk mengobati ketidaksadaran manusia.. "
Kerinduan kita terhadap Tuhan membuktikan bahwa kita pernah tinggal di dalamNya.. Berpisah dari Dia, kita menderita sepanjang perjalanan hidup.. Kita harus jujur benarkah kita merindukan Tuhan..? Ada yang baru percaya.. Dan dia percaya pula bahwa kerinduan terhadap Tuhan akan mempertemukan dia dengan Tuhan.. Lalu dia berpura pura merindukan Tuhan..
Merindukan Tuhan berarti kita tidak mengharapkan apa pun dari Dia.. Merindukan Tuhan berarti kita hanya mendambakan Dia.. Doa kita bukan untuk meminta ini dan meminta itu, tetapi untuk bersatu dengan Dia.. Keinginan untuk tampil sebagai pemenang, obsesi untuk mengalahkan orang lain, semua itu membuktikan bahwa kita masih memiliki banyak waktu.. Waktu kita belum sepenuhnya tersita untuk merindukan Dia.. Kita belum merindukan Tuhan..